Kamu putus cinta? Jangan panik, karena itu bukan akhir dari dunia. Ketahuilah bahwa seberat apapun rasanya, kamu AKAN dan PASTI bisa melewati waktu-waktu ini dengan baik. Caranya?
Jika seseorang putus cinta, maka ia akan diperhadapkan dengan pilihan: apakah ia akan bergelut dengan perasaan sedih dan nelangsa yang makin lama akan menghancurkan hidupnya sendiri, atau ia mau bersikap tegar, berpikir positif, bertindak positif, supaya membuatnya lebih kuat dan bijaksana. Jikalau kamu putus cinta, tentukan pilihanmu sekarang!
Ini adalah aturan dasar menghadapi putus cinta:
1. Jangan lupa bahwa rasa kehilangan dan kesedihan ini hanya bersifat sementara karena terbawa oleh perasaan dan keadaan.
2. Jangan malu atau takut untuk meminta dukungan teman-temanmu. Pastikan kamu memilih teman yang bisa memberikan kekuatan positif kepada dirimu. Jika perlu pilih teman yang pernah dalam posisi yang sama, namun telah berhasil keluar sebagai pemenang!
3. Ingatkan dirimu sendiri jika memang ia bukan untukmu, di luar sana pasti ada orang lain yang JAUH LEBIH BAIK yang disiapkan Tuhan untuk kamu.
4. Apapun penyebab putusnya hubungan kamu, jangan pernah terjebak dengan kebiasaan menyalahkan diri sendiri. Lebih baik kamu refleksi diri dan mengambil komitmen untuk menjadi orang yang lebih baik di masa depan ketimbang menyesali masa lalu.
5. Perhatikan diri sendiri. Jangan sampai kamu menjadi sakit atau terlihat kumal akibat putus cinta. RUGI!!
6. Ingatlah bahwa di dunia ini, bukan kamu satu-satunya orang yang pernah putus cinta. Masih banyak orang dengan masalah lain yang jauh lebih berat ketimbang masalahmu. Karena itu jangan sibuk mengasihani diri sendiri seolah-olah kamu adalah orang termalang di dunia ini.
7. Ingatlah bahwa jika kamu diijinkan mendapat masalah ini, Tuhan pasti tahu bahwa kamu sanggup menghadapi dan mengatasinya.
8. Berdoalah. Ketahuilah hanya Tuhan yang sanggup membantumu secara total dalam menghadapi masalah putus cinta. allah ahlinya :')
Minggu, 06 Maret 2011
Minggu, 13 Februari 2011
kenyataan
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,dan kematian adalah sesuatu yang pasti. dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,adalah kenyataan..
bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong
melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau
gersang.Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,dan kematian adalah sesuatu yang pasti. dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,adalah kenyataan..
bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong
melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau
gersang.Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Langganan:
Postingan (Atom)